PERIIMPLANTITIS, DIAGNOSA DAN PERAWATAN (FKG UNMAS)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknik rehabilitasi gigi berbasis implan/penanaman (implant-based dental) telah hadir untuk menawarkan hasil yang sangat mudah diprediksi, sehingga teknik tersebut menjadi salah satu elemen tambahan yang diikutsertakan dalam berbagai terapi alternatif untuk pasien yang mengalami total atau sebagian edentulous, walaupun telah terjadi beberapa komplikasi seperti yang telah dijelaskan dalam kaitannya dengan jenis pengobatan. Dari komplikasi tersebut, terganggunya pertumbuhan tulang alveolar di sekitar implan mungkin merupakan yang paling menonjol.
Nama penyakit periimplan mengacu pada perubahan inflamasi patologis yang terjadi pada jaringan yang berada disekitar implan. Beberapa penulis menganggap bahwa hal tersebut merupakan komplikasi yang paling umum dalam dental implan.
Dua entitas berikut ini dijelaskan terkait dengan konsep penyakit periimplan:
– Mukositis : manifestasi klinis yang ditandai dengan munculnya perubahan inflamasi yang terbatas pada mukosa periimplan. Jika diobati dengan benar, maka proses tersebut bisa berbalik atau pulih.
– Periimplantitis : manifestasi klinis di mana secara klinis dan radiologis jelas terganggunya tulang pendukung disebabkan karena adanya implan, bersamaan dengan reaksi inflamasi dari mukosa periimplan.
Osseointegrasi didefinisikan sebagai hubungan langsung antara tulang dan implant yang sedang berfungsi, istilah “functioning” menyiratkan bahwa kontak antara tulang dan permukaan implant adalah terjaga saat aktif atau menahan beban. Hal ini juga harus ditekankan ketika mengacu pada periimplantitis. Implan harus “berfungsi”, karena hal ini menyiratkan untuk semua sindrom inflamasi lain yang mengalami gangguan osseointegrasi.
Contoh non-integrasi atau terganggunya osseointegrasi yang tidak bisa dianggap sebagai periimplantitis yaitu proses yang muncul selama periode teoritis osseointegrasi pasif. Biasanya merupakan konsekuensi dari teknik bedah tidak memenuhi standar (pemanasan tulang yang berlebihan) atau kepadatan tulang trabekular yang tidak memadai dalam reseptor.
Periimplantitis apikal yang infeksi periimplannya terletak di daerah apikal implan, juga tidak termasuk dalam kategori penyakit periimplantitis. Hal ini juga mungkin diakibatkan karena adanya kontaminasi implant dengan sandaran epitel Malassez yang tersisa dalam tulang, meskipun ada skala alveolar tepat yang mengikuti ekstraksi/pencabutan gigi yang akan diganti dengan implan.

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNMAS

DOWNLOAD DI SINI

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s