TRIAD OF CONCERN-CASE REPORT (FKG USU)

PENDAHULUAN

 

       I.            Latar Belakang

Keberhasilan suatu perawatan kesehatan gigi tidak dapat ditinjau dan dianalisa hanya dari cara penanganan dokter gigi terhadap pasien secara langsung seperti mencabut gigi, menambal, melihat hanya pada bagian rasa sakit yang dikeluhkan saja, tetapi faktor yang lebih penting dan paling mempengaruhi yaitu adanya komunikasi yang terjalin dengan baik antara dokter gigi, pasien, dan orang tua, atau yang lebih sering kita mengenalnya dengan nama triad of concern, maupun dual patient yang mana dokter gigi melihat dan mengobati pasien secara utuh atau dari segala aspek, termasuk pada perkembangan kepribadian dan kognitifnya. Dokter gigi dikatakan memiliki sikap profesionalisme dalam bekerja apabila dapat berpedoman dan mengacu pada teknik wawancara medis yang baik disertai dengan berbagai macam konsep yang dapat diterapkan seperti gather, teacher, basic fundamental four, maupun sacred seven. Dengan adanya komunikasi atau dialog dua arah yang terjadi, adanya umpan balik mengenai pertanyaan dan jawaban yang disampaikan, maka komunikasi dalam teknik wawancara medis sukses dilakukan. Komunikasi juga akan lebih efektif dan interaktif bila nasihat yang diberikan dokter dapat diubah menjadi informasi penting mengenai data penyakit yang dialami dan dirasakan pasien, dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta menghindari penggunaan istilah medis yang tidak dimengerti oleh pasien.1

 

    II.            Deskripsi Topik

Orang tua mengantar anak perempuannya berusia tiga tahun ke dokter gigi dengan keluhan sering sakit gigi dan ngemil. Perankan seorang menjadi dokter dan seorang menjadi ayah pasien dan ibu pasien. Bagaimana melakukan wawancara medis dengan orang tua dan anaknya. Gunakan Tabel 1 dan formulir komunikasi pasien-dokter (terdapat di lampiran).

……………………………………………………………………………………………………….

 

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG USU

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

Advertisements

FARMAKODINAMIK-CASE REPORT (FKG UNAND)

“MASALAH CITRA “

            Siang itu Citra (22th) pergi ke poliklinik gigi RSUP Bunda dengan keluhan sakit gigi di regio belakang kanan bawah sejak 4 hari yang lalu. Ia mengeluh sulit membuka mulut dan sakit sewaktu menelan, gara-gara sakit gigi badan Citra terasa demam dan sudah tiga hari tidak masuk sekolah.

            Dokter melakukan pemeriksaan dan dijumpai adanya infeksi pericoronitis gigi 48. pada pemeriksaan extraoral dijumpai kelenjar limpe regional submandibularis dextra teraba membesar, kenyal dan nyeri tekan. Dokter hanya menuliskan resep untuk ditebus diapotik dan menganjurkan citra melakukan rontgen foto panoramik di bagian radiologi bila sudah sembuh.

            Citra mendapat obat lincomycin, metampiron, dan neurotropik. Citra bertanya-tanya dalam hati kenapa obat tersebut bisa berkhasiat, apa yang terjadi pada obat tsb dalam tubuhnya dan kenapa ada berbagai jadwal minum obat?

            Bagaimana anda menjelaskan masalah  Citra ini?

 

Step 1

Mengklarifikasi Terminologi

  • Neurotropik

      àsuatu zat yang dapat menyerang saraf berupa vitamin untuk menjaga saraf bekerja

dengan baik serta berfungsi sebagai regenerasi saraf perifer

  • Lincomycin

àantibiotik yang menghambat sintesis protein sel bakteri yang bersifat bakteriostatik

dan bakteriosid tergantung pada dosis pemakaian

  • Farmakologi

àilmu yang mempelajari tentang penggunaan obat yang menekankan pada manfaat

dan resiko penggunaan obat

  • Metampiron

      àanalgetik yang menghilangkan rasa sakit, tanpa menghilangkan kesadaran juga

bekerja sebagai anti inflamasi, anti peuretik(penurun panas)

  • Pericoronitis

àradang pada jaringan lunak yang mengelilingi mahkota yang baru erupsi sebagian,

biasanya sering pada M3.

 

Step 2

Menentukan Masalah

  1. Apa saja klasifikasi obat berdasarkan fungsinya?
  2. Bagaimana mekanisme kerja obat?
  3. Apa saja faktor yang mempengaruhi kerja obat?
  4. Kenapa pemberian obat harus berjadwal?
  5. Apa perlu pemberian obat pada saat demam di kasus skenario ?
  6. Apa efek samping pada obat yang diberikan pada Citra ?
  7. Apa hubungan sakit gigi dengan demam yang dirasakan oleh Citra?
  8. Apa tujuan rontgen setelah sembuh?
  9. Apa saja tanda lain dari pericoronitis?

…………………………………………………………………………………………………….

 

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNAND

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

EPISTAKSIS DAN HIPERTENSI-CASE REPORT (FKG UNAND)

Epistaksis dan Hipertensi : Adakah Hubungannya?

Bestari J Budiman, Al Hafiz

 

 Abstrak

Latar Belakang: Epistaksis merupakan suatu kondisi klinis yang sering ditemui dan dapat terjadi pada semua umur dengan banyak variasi penyebabnya. Salah satu faktor risiko yang diduga ikut berperan dalam terjadinya epistaksis adalah hipertensi. 

Tujuan: Menjelaskan hubungan antara epistaksis dengan hipertensi.

Tinjauan Pustaka: Hipertensi diduga tidak menyebabkan epistaksis secara langsung, tapi memperberat episode epistaksis. Mengendalikan tekanan darah sebagai salah satu faktor risiko, akan menurunkan insiden terjadinya epistaksis. Di ruang gawat darurat, pemberian obat anti hipertensi diberikan sebelum atau bersamaan dengan manajemen epistaksis itu sendiri.

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara epistaksis dengan hipertensi yang

berlangsung lama dan adanya hipertrofi ventrikel kiri.

Kata kunci : Hipertensi, kegawatdaruratan, penatalaksanaan epistaksis.

 

Pendahuluan

Epistaksis berasal dari bahasa Yunani epistazo yang berarti hidung berdarah. Penanganan epistaksis dengan menekan ala nasi  telah diperkenalkan sejak zaman Hipokrates. Cave Michael (1871), James Little (1879) dan Wilhelm Kiesselbach merupakan ahli-ahli yang pertama kali mengidentifikasi cabang-cabang pembuluh darah yang berada di bagiananterior septum nasi sebagai sumber epistaksis.1 Dikutip dari Dewar, Mitchell menemukan 4,5%

dari 374 orang yang dirawat dengan hipertensi, memiliki riwayat epistaksis.2 Sedangkan Herkner dkk melaporkan dari 213 orang pasien yang datang ke unit gawat darurat dengan epistaksis, ditemukan 33 orang pasien (15,5%)

dengan peningkatan tekanan darah.3

 

Anatomi dan Pendarahan Rongga Hidung

Pembuluh darah utama di hidung berasal dari arteri karotis interna (AKI) dan karotis eksterna (AKE).

Arteri optalmika, yang merupakan cabang dari AKI, bercabang dua menjadi arteri ethmoidalis anterior dan posterior. Cabang anterior lebih besar disbanding cabang posterior dan pada bagian medial akan melintasi atap rongga hidung, untuk mendarahi bagian superior dari septum nasi dan dinding lateral hidung.

 

DOWNLOAD DISINI

 

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNAND

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

PEMERIKSAAN GIGI BERCAMPUR-CASE REPORT (FKG UMS)

PEMERIKSAAN GIGI BERCAMPUR

 

Sebuah Sekolah Dasar swasta mempunyai program kesehatan gigi dan mulut secara berkala. Setiap 6 bulan sekali mendatangkan dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan ekstra oral dan intra oral. Pemeriksaan intra oral meliputi OHIS, deft dan DMFT, PHPM.

 

Dari hasil pemeriksaan siswa diperoleh data bahwa indeks OHIS, deft dan DMFT termasuk dalam kategori sedang. Langkah apa yang diperlukan oleh dokter gigi untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keberhasilan mulut pada siswa Sekolah Dasar ini?

 

 

STEP 1

  1. OHIS

Oral Higine Index Simplified, yaitu metode pengukuran derajat kebersihan mulut dengan menitik beratkan pada inspeksi dan evaluasi debris serta kalkulus. Gigi yang diperiksa hanya gigi tertentu yaitu gigi 16,11,26,36,31,46.

  1. deft

decayed extracted filled teeth, yaitu metode pengukuran derajat kesehatan gigi dengan menitik beratkan pada gigi decidui.

  1. DMFT

Decay Missed Filled Teeth, yaitu metode pengukuran derajat kesehatan gigi dengan menitik beratkan pada gigi permanent.

  1. PHPM

Personal Hygine Perfeormence Modified, yaitu indeks untuk memeriksa kebersihan gigi pada saat evaluasi. Misalnya setelah memberi OHE kemudian melakukan PHPM. Cara memeriksa dengan membagi gigi dibagi menjadi 5 regio kemudian memeriksa plak gigi, lalu dihitung scorenya. Maksimal score 60(buruk) dan 0(baik).

 

DOWNLOAD DISINI

 

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UMS

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

ENDEMIC HORMONE (FKG UMY)

Product from endocrine gland.

  • Is chemical material from mono or group cell.
  • Function of hormone à regulation.

 Special (e.g. Acetylcholine) à local effect and

General hormone (e.g. Growth hormone;

Ephinefrine) à systemic effect.

  • There are Target tissue.

Man spends the first third of his life àA series of processes named:

GROWTH, DEVELOPMENT AND MATURATION

( unicellular stage à fully functioning person ).

After that: preparing for ADULT LIFE and REPRODUCTION.

The growth and development of the child is essential in paediatric medicine/dentistry.

 

GROWTH

Is defined as an increase in size and/ or weight of tissue, an organ or an individual.

The growing period starts at conception and ends a few

years after puberty.

 

GROWTH is a physicochemical process found in living matter which manifests itself in the structure, composition and size of an organisme.

à devision of cells à increase (prenatal à maturity).

Growth is a progresive complexity increases in size, changes in proportion, the entire series of anatomic and physiologic change taking place between the beginning of prenatal life and the close of senility.

 

DOWNLOAD DISINI

 

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UMY

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

Protein Syntesis

Steps of protein synthesis: 1) DNA is transcribed to mRNA 2) RNA is edited 3) mRNA attaches to ribosome 4) mRNA undergoes translation into amino acids – Chain of amino acids forms protein. 

Step 1: Transcription: DNA to mRNA • Messenger RNA (mRNA) – Carries protein-building instructions. RNA structure: • Very similar to DNA structure 1) Phosphate group 2) Sugar 3) Nucleotide (base) • Differences from DNA 1) Sugar is ribose not deoxyribose 2) Uracil (U) replaces Thymine (T) 3) A binds to U 4) RNA is single-stranded. Transcription STEPS: 1. Initiation – promoter tells RNA polymerase where to start 2. RNA elongation – RNA gets longer, starts to “peel” away from DNA template 3. Termination – transcription stops when RNA reaches “terminator”.

Step 2: RNA is edited
Step 3: “mature” mRNA takes “message” to ribosomes

Step 4: mRNA undergoes translation to amino acids • Background: genetic code
• Each triplet of mRNA bases (e.g., UUU) is “codon” Each codon is translated into an amino acid 64 codon possibilities 4 bases at each site, 3 sites 61 code for amino acids 3 “stop” codons to end translation. 

Code is conserved- 20 amino acids (although 64 codon possibilities)
– 1 “start” codon (AUG) – methionine
-3 “stop” codons (UAA, UAG, or
UGA)

The Genetic Code

Triplet codons
Universal (almost)
Commaless
Degenerate- wobble
Unambiguous
Reading frames
Embedded genes

Steps of translation: 1) Initiation mRNA molecule binds to ribosome 2) Elongation – mRNA passes between small and large subunits – mRNA codons read like a “ticker tape” – tRNA (“anticodons”) deliver amino acids to ribosome (in order specified by the mRNA) – bonds form between adjacent amino acids. 3) Termination – Stop codon in mRNA moves into ribosome – No corresponding anticodon (in tRNA) – Proteins called “release factors” bind to ribosome • mRNA and protein are released.

RNA- 3 types: 1) Messenger RNA (mRNA) o Result of transcription o Takes “message” from nucleus to ribosome o Has codons 2) Ribosomal RNA (rRNA) o Site of protein synthesis. 3) Transfer RNA (tRNA) – Has “anticodons” to mRNA – Each “anticodon” attached to appropriate amino acid – “transfers” amino acids to ribosomes – Helps build amino acid chain (protein). Key Points • DNA replication – DNA “unzips” and 2 “daughter” strands formed by adding complementary bases • Protein synthesis – goes from genetic code to protein 1) Transcription – Like replication, but RNA turned to mRNA 2) Editing – mRNA edited (introns cut out) 3) “mature” mRNA attaches to ribosome 4) Translation – tRNA “anticodons” bring appropriate amino acids complementary mRNA “codons” – Amino acid chain formed – Protein released.

sumber: Ikhsan Nur arifin (FKG UMY) (2012-2014)

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

KELENJAR (FKG UNSYIAH)

EPITEL KELENJAR
 Epitel kelenjar berperan menghasilkan kelenjar (sel yang dapat bersekresi)  Jenis kelenjar yang dikenal :
1. Berdasarkan Jalur Pelepasan Sekret
a. Glandula Endocrine
b. Glandula Exocrine
2. Berdasarkan Sel Penyusun
a. Glandula Unicellularis (sel Piala)
b. Glandula Multicellularis
3. Berdasarkan Cara Pembentukan dan Pelepasan Sekret
a. Glandula Merocrina
b. Glandula Holocrin
c. Glandula Apocrin

A. Glandula Merocrina 
Pelepasan sekret tidak disertai isi sel lainnya 
Contohnya : Pankreas bagian eksocrine, Goblet Cell
B. Glandula Holocrin  Pembentukan dan pelepasan sekret disertai perusakan semua isi sel 
Contohnya : Glandula Sebacea = Kelenjar minyak rambut, Testis, Ovarium
C. Glandula Apocrin  Pembentukan dan pelepasan sekret disertai isi bagian puncak sel yang rusak 
Contohnya : Glandula Sudorifera = Kelenjar keringat  Disekitar rongga mulut, terdapat banyak kelenjar, baik yang besar atau yang kecil  Sekret yang dihasilkan oleh kelenjar ini akan disekresikan ke dalam rongga mulut, sekret ini disebut air liur atau ludah  Kelenjar ludah tersebut adalah :  Kelenjar Parotis, Kelenjar Submandibularis, Kelenjar Sublingualis, Kelenjar Sub Maksilaris  Kelenjar kecil lainnya.  Jumlah sekresi kelenjar ludah adalah sekitar 500-600 ml/24 jam
Fungsi Kelenjar Ludah
1. Memberi perlindungan pada permukaan mulut :  Mengatur pH : ○ pH ↑ (suasana basa) akan mengakibatkan peningkatan pembentukan karang gigi ○ pH↓ (suasana asam) akan meningkatkan proses demineralisasi email gigi  Pembersihan mekanis

2. Pengaturan kandungan air

3. Pengeluaran virus dan hasil pertukaran zat 4. Pencernaan makanan dan tanggapan pengecap 5. Deferensiasi dan pertumbuhan sel-sel
 Apabila terjadi patologis sekresi ludah, akan mengakibatkan : 1. Kekeringan dan radang mukosa mulut 2. Serangan karies yang cepat menjalar pada elemen gigi.

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNSYIAH

DOWNLOAD DI SINI

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin