BIMKGI : Menuju handover (first edition)

CEK DI SINI

Advertisements

INDESCO (Indonesian Dentistry Scientific Open Discussion)

INDESCO (Indonesian Dentistry Scientific Open Discussion) adalah forum keilmuan yang dibentuk komisi A PSMKGI 2012-14. Forum ini mewadahi seluruh divisi keilmuan institusi kedokteran gigi yang bergabung dengan PSMKGI. Forum ini akan diresmikan pada kegiatan Temu Ilmiah Nasional PSMKGI yang bersamaan dengan Dies Natalis PSMKGI pada bulan Oktober nanti. Forum ini diharapkan dapat berkembang menjadi wadah yang dapat memfasilitasi seluruh mahasiswa kedokteran gigi yang sangat menyukai bidang penelitian dan keilmiahan. 

Komisi A PSMKGI 2012-2014

#Ready Study Go

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Berikut deklarasi Mahasiswa Ilmu Kesehatan Indonesia tentang Peran Mahasiswa Ilmu Kesehatan dalam Pendidikan Ilmu Kesehatan, 19 November 2010.

“Kami, mahasiswa ilmu kesehatan Indonesia, meyakini bahwa kesuksesan sebuah sistem pendidikan dipengaruhi oleh kerja sama yang baik antara mahasiswa dengan pendidik. Di samping peran utamanya sebagai objek dari sistem pendidikan, mahasiswa perlu didorong untuk berperan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Pemberdayaan mahasiswa dengan melibatkan mahasiswa dalam pengambilan keputusan meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun rasa tanggung jawab di dalam diri mahasiswa terhadap pendidikan mereka sendiri.

Kami, mahasiswa ilmu kesehatan Indonesia, menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam advokasi mahasiswa ilmu kesehatan Indonesia dalam bidang pendidikan ilmu kesehatan. Kolaborasi antar disiplin ilmu kesehatan yang berkesinambungan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, harus selalu menjadi perhatian utama.

Dengan ini, Kami, mahasiswa ilmu kesehatan Indonesia, menghimbau setiap pihak yang menaruh perhatian dalam pendidikan ilmu kesehatan di Indonesia untuk senantiasa dengan bijaksana mendukung peran mahasiswa ilmu kesehatan dalam pengembangan pendidikan ilmu kesehatan dengan tindakan-tindakan yang progresif di tatanan lokal, nasional, dan internasional, serta menjamin pengakuan dan penghormatannnya yang universal dan efektif.”
Selamat Hari Pendidikan Nasional #HARDIKNAS 2013
KOMISI A #PSMKGI1214

 

Broken-down Molars (Sumber : Duta UNMAS)

Broken-down Molars

Clinical details

A colleague has asked you to restore the worn teeth of a 20 years old woman who suffers from bulimia nervosa. The eating disorder at the time of presentation was under control and was not significant factor in her management; there were no other medical problems. Her molars had been originally root-treated 2 years ago due to intractable sensitivity, but the practitioner had overfilled the canals and perforated the apex. Six month ago the tooth was re-root-treated and since that time the tooth has remained symptomless. She would now like crowns to restore shape and function. How could you restore the patient’s molars and what problems might you envisage? How long do you normally wait until commencing post preparations in root-treated teeth?

Clinical observations

  • The lower first molar has been re-root-treated but the root is shortened due to resorption.
  • There is no coronal seal
  • Alveolar compensation has produced insufficient interocclusal space for conventional restorations
  • There was no palatal dental erosion
  • The molars on the contra lateral side are equally worn
  • The upper left premolar needs extracting
  • The amalgam on the premolar had a distal overhang.

What are the potential complicating factors?

The alveolar bone and periodontal tissues on opposing teeth have compensated for the wear on the lower molars by moving towards the occlusal plane. The result is that there is very little coronal tissue available for crown preparations. Even if the teeth were extracted, there would be insufficient space for a partial denture.

The roots are short and post will not provide sufficient retention for crowns. The resorption has complicated the situation and may compromise further management if the existing root treatments do not prevent the situation worsening.

The obturation of the root canals is satisfactory on both molars, but periapical radiolucencies remain associated with both teeth. In these circumstances, treatment is usually delayed until there is radiographic evidence of healing. The absence of a coronal seal may contribute to the slow healing around the periapical tissues, and a better seal should be placed before further treatment is commenced. However, since the tooth already been re-root-treated, further treatment is not indicated, but if the area failed to resolve, surgical intervention could be considered. In situations where an adequate root treatment has been completed, and there is little chance that it could be improved, any delay in placing a definitive coronal restoration is unnecessary.

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNMAS
daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

Salam Redaksi

Selamat datang di blog kami, semoga para teman sejawat bisa mendapatkan banyak informasi berguna dari postingan kami. … 🙂

komposit merupakan salah satu program kerja komisi A yang bertujuan untuk memberikan informasi terkini terkait ilmu kedokteran gigi  yang berasal dari berbagai universitas yang tergabung di PSMKGI. Namun, tidak semua daftar pustaka kami tampilkan agar teman-teman sejawat tidak hanya meng “copy-paste” informasi yang di dapat dari blog ini. teman-teman harus mengecek kembali ke daftar pustaka yang asli.

 

sekian salam dari kami,

semoga bermanfaat, ENJOY…..!!!