PERAWATAN DENTAL ANAK DENGAN CEREBRAL PALSY (FKG UNJANI)

Cerebral Palsy (CP) merupakan kelainan nonprogresif yang permanen pada ekstremitas dan postur tubuh yang terjadi saat perkembangan otak janin atau bayi. Faktor etiologi adalah kerusakan pada otak akibat dari anoksia, serta idiopatik dengan manifestasi bervariasi. Tidak ada manifestasi oral yang spesifik, namun pasien CP biasanya memiliki indeks karies yang tinggi dan oral hygiene yang buruk. Perawatan dental anak dengan CP dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologi (anastesi umum) ataupun non farmakologi (perawatan rutin) tergantung pada kasus. Kerjasama antar orang tua dan dokter gigi selama perawatan sangatlah penting.
Kata kunci : Cerebral Palsy, Pendekatan farmakologi dan non farmakologi

 

 

 

Download disini

sumber : perwakilan komisi A (2014-2016)

daftar pustaka hubungi admin

Advertisements

PERAWATAN PADA GIGI ANAK-CASE REPORT (FKG UNAND)

PERAWATAN PADA GIGI ANAK

SKENARIO

Kasusnya Komplikasi

 

            Bandel (7 tahun) terjatuh pada saat bermain sepeda bersama teman-temannya. Gigi depannya terbentur aspal sampai copot dan berdarah. Orangtua Bandel dengan panik segera membawa Bandel ke Rumah Sakit terdekat agar dokter gigi langsung melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan diketahuin bahwa gigi 11 avulsi dan 21 mengalami fraktur setengah mahkota. Dokter gigi meminta keluarga untuk mencari gigi yang hilang untuk replantasi dan pada gigi 21 dilakukan perawatan apeksogenesis.

            Seminggu kemudian Bandel bersama orangtuanya datang untuk kontrol dan orangtua Bandel meminta dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada gigi Bandel karena mereka khawatir masih banyak gigi anaknya yang harus menerima perawatan dari dokter gigi. Dari riwayat gigi terdahulu, Bandel mengalami rampan karies dan sering minum susu dari botol sebelum tidur. Ditambah lagi kebiasaan Bandel yang suka makan-makanan yang manis dan jarang sikat gigi. Dokter gigi memaklumi dan melakukan pemeriksaan pada seluruh gigi di rongga mulut Bandel.

            Orangtua Bandel setuju meskipun kurang mengerti perbedaan semua perawatan tersebut. Bagaimanakah saudara menjelaskan hal ini ?

 

Langkah 1

Mengklarifikasi terminologi yang tidak diketahui dan mendefinisikan hal-hal yang dapat menimbulkan kesalahan interpretasi

  1. Avulsi  

Keadaan trauma gigi ketika gigi terlepas dari tempatnya (soketnya) secara utuh dan menghasilkan luka kompleks, serta mempengaruhi beberapa jaringan pendukung gigi.

  1. Apeksogenesis   

Salah satu perawatan pada gigi permanen muda dengan mempertahankan pulpa yang vital dan atau menyingkirkan pulpa yang terinflamasi reversible dengan bertujuan agar pembentukan akar dan pematangan apeks dapat dilanjutkan.

  1. Replantasi                    

Memasang kembali gigi yang terlepas pada waktu kecelakaan/gigi yang dicabut dengan rencana.

  1. Rampan karies             

Suatu jenis karies yang proses terjadinya dan meluasnya sangat cepat dan tiba-tiba, biasanya karies ini terjadi pada anak-anak yang disebabkan karena bad habit.

  1. Fraktur

Hilang/lepasnya fragmen

 

Langkah 2

Menentukan masalah

  1. Apa penyebab, gejala, dan tahap perkembangan rampan karies ?
  2. Apa saja perawatan rampan karies dan cara pencegahannya ?
  3. Apa saja perawatan jika gigi anak avulsi ?
  4. Bagaimana proses replantasi ?
  5. Apa keuntungan dan kerugian replantasi ?
  6. Apa prognosis dan faktor penentu/keberhasilan replantasi ?
  7. Apa indikasi dan kontraindikasi apeksogenesis ?
  8. Bagaimana proses perawatan apeksogenesis ?
  9. Apa saja klasifikasi fraktur ?
  10. Apa jenis perawatan lain bagi fraktur ?

……………………………………………………………………………

 

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNAND

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

PERAWATAN ENDODONTIK PADA ANAK (FKG UMS)

TUJUAN PERAWATAN GIGI PADA ANAK
• Mencegah meluasnya penyakit gigi dan memperbaiki gigi yang rusak  integritas lengkung geligi dan kesehatan jaringan mulut dapat dipertahankan • Mencegah terjadinya prematur loss
HISTOLOGI PULPA
• Secara histologis pulpa gigi desidui≈ gigi permanen – Terdiri atas jaringan ikat longgar – Sel odontoblas (masuk ke tubuli dentin) – Pembuluh darah dan saraf Pulpa gigi desidui atau permanen muda dengan apeks yang belum menutup sempurna  kaya akan persediaan darah  respon baik terhadap perawatan yang bertujuan mempertahankan pulpa.
PENYAKIT PULPA
1. Proses Karies

2. Prosedur operatif yang salah

3. Trauma
Inflamasi pulpa • Reversible • Ireversible Nekrosis • Parsial • total
PERAWATAN PULPA PADA GIGI DESIDUI
1. Kaping pulpa – Direk – indirek

2. Pulpotomy
KAPING PULPA INDIREK
Tujuan: mempertahankan vitalitas pulpa dengan cara – Menghentikan proses karies – Meningkatkan sklerotik dentin (mengurangi permeabilitas) – Merangsang pembentukan dentin reparatif – Meremineralisasi dentin yang karies Indikasi: – Lesi karies dalam yang belum melibatkan pulpa dan tidak menimbulkan gejala – Karies rampan – Kontraindikasi – Sakit spontan, sakit pada malam hari – Pembengkakan – Fistula – Perkusi sakit – Resorpsi akar internal – Radiolusensi di daerah periapikal atau interradikular – Kalsifikasi pulpa

Prosedur • Gigi diisolasi • Semua jaringan karies dibuang atau dibersihkan  ekskavator • Bagian dasar kavitas dibeli Ca(OH)2 yang cepat mengeras • Tumpatan sementara ( evaluasi 6-8 minggu) Evaluasi Kriteria keberhasilan: – Tidak ada tanda-tanda klinis atau gejala seperti rasa sakit, pembengkakan atau mobilitas – Terdapat bukti radiograf terbentuknya dentin sekunder atau dentin reparatif
KAPING PULPA DIREK
Indikasi – Perforasi pulpa secara mekanis, ukuran kecil < 1 mm – Dikelilingi oleh dentin sehat – Perforasi terjadi bukan karena karies Kontra Indikasi – Sakit spontan – Sakit pada malam hari – Mobilitas patologis – Keluar pus atau eksudat dari pulpa yang terbuka – Pembengkakan atau fistula

Prosedur – Isolasi daerah kerja dengan cotton roll atau rubber dam – Kavitas dibersihkan dengan NaCl atau akuades – Perdarahan dihentikan dengan butir kapas – Pada tempat perforasi diletakkan selapis Ca(OH)2 – Diletakkan dasar semen kemudian restorasi permanen Evaluasi – Dilakukan min 2 bln, tidak blh > 6 bln – Kriteria keberhasilan perawatan: – tidak ada gejala atau tanda klinis – secara radiografis terdapat tanda yang baik  terbentuknya jembatan dentin – tidak ada bukti kelainan pulpa
PULPOTOMI
Definisi Pengambilan seluruh pulpa bagian koronal gigi dengan pulpa terbuka karena kariesdiikuti dengan peletakan medikamen diatas pulpa yang dapat membantu menyembuhkan dan mempertahankan vitalitas gigi. Indikasi • Perforasi pulpa karena proses karies atau mekanis pada gigi desidui vital • Tidak ada rasa sakit spontan atau menetap • Belum ada tanda resorpsi internal • Tidak ada kehilangan tulang interradikular • Tidak ada fistula
Kontraindikasi • Sakit spontan, sakit pada malam hari • Sakit pada perkusi, adanya pembengkakan, fistula danmobilitas patologis • terdapat pus pada tempat perforasi • Radiolusensi di daerah periapikal atau interradikular • Perdarahan yang tidak dapat dikendalikan dari pulpa
Prosedur

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UMS

DOWNLOAD DI SINI

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin