PULPITIS IRREVERSIBLE-CASE REPORT (FKG UNJANI)

SKENARIO

An.B laki-laki berusia 5 tahun dibawa oleh ibunya ke drg.Y dengan keluhan An.B sering menangis setelah makan karena gigi belakang kiri bawah terasa sakit.

Berdasarkan anamnesis diketahui kalau An.B adalah anak bungsu dari 6 bersaudara dan ia sekarang bersekolah di SLB. Ibunya melahirkannya saat berusia 45 tahun. Kakak-kakaknya terlahir normal dan sangat menyayanginya. Menurut drg.Y , An.B terlihat “mongoloid face” .

Saat akan dilakukan pemeriksaan  An.B terlihat cemas dan takut.

Pada pemeriksaan intra oral diketahui :

-Karies profunda gigi 74

-Hipoplasia

-Mikrodonsia gigi 72, 73, 82, 83

-Makroglosia

-Palatum dalam dan sempit

-Oral hygiene : buruk

-Open bite anterior

                Berdasarkan hasil anamnesis tambahan, diketahui kalau An.B juga sering kali menangis dan mengeluhkan giginya terasa sakit secara tiba-tiba walaupun tanpa rangsangan.

 

  1. I.          Klarifikasi Masalah

 

–          Mongoloid face                : Nama lain dari down syndrome (Dorland).

Kelainan akibat perkembangan proses mental yang tidak benar dan penampilan khas mongol yaitu wajah datar dan mata sipit (KKG).

Ciri – ciri down syndrome yaitu facies mongoloid ruas jari yang pendek, melebarnya celah antara jari, pertama dan kedua, serta retardasi mental sedang hingga berat ; terkait dengan abnormalitas kromosom (Dorland).

–          SLB                                         : Sekolah Luar Biasa

–          Karies profunda               : Karies yang sudah mencapai pulpa (prior knowledge)

–          Macroglossia                     : Pembesaran abnormal lidah (KKG)

–          Microglossia                      : Gangguan perkembangan yang ditandai dengan gigi yang berukuran                                                      kecil atau abnormal (Dorland)

–          Hypoplasia                         : Tidak sempurnanya perkembangan suatu organ jaringan atau sama sekali tidak berkembang (Dorland)

–          Open bite anterior          : Tidak mempunyai sebagian gigi yang berantagonis untuk beroklusi ketika gigi lain berada pada hubungan antar bonjol yang maksimum pada gigi depan (KKG)

 

  1. II.       Identifikasi Masalah

 

1)      Apakah ada hubungan antara usia ibu 45 tahun dengan kondisi anaknya?

2)      Mengapa gigi belakang kiri bawah pasien terasa sakit?

3)      Kenapa ke 5 kakaknya normal sedangkan anak terakhir mongoloid face? Jelaskan etiologinya!

4)      Apa ada hubungan mongoloid face terhadap sikap anak yang cemas dan takut?

5)      Apa hubungan kondisi anak yang mongoloid face dengan kondisi rongga mulutnya?

6)      Mengapa an. B sering mengeluh sakit padahal tanpa rangsangan dan adakah hubungannya dengan hasil pemeriksaan intra oral?

7)      Apa alasan drg. Y menyimpulkan an. B mongoloid face?

8)      Bagaimana perawatan komprehensif yang cocok untuk an. B pada kondisi giginya?

9)      Bagaimana cara pemeliharaan gigi dan mulut pada anak keterbelakangan mental?

10)   Apakah ada hubungannya mikrodonsia gigi 72, 73, 82, 83 dengan karies profunda pada gigi 74?

11)   Bagaimana teknik pendekatan yang tepat untuk pasien keterbelakangan mental?

12)   Apa diagnosis yang tepat pada scenario?

 

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNJANI

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

Advertisements

PIT DAN FISSURE SEALANT (FKG UNAND)

INDIKASI PIT & FISSURE SEALANTS
1. Pit & fissure yang dalam

2. Dekalsifikasi atau opacification minimal pada pit & fissure

3. Pit & fissure caries atau restorasi pada P&F

4. Tidak ada gambaran radiografik dan gejala klinis dari karies interproksimal

5. Memungkinkan utk isolasi dari kontaminasi saliva  
KONTRA INDIKASI
1. Self cleansing yg baik pada pit & fissure

2. Terdapat caries atau restorasi interproksimal

3. Gigi partial erupsi dan tdk dpt mencegah kontaminasi saliva

MANIPULATION OF SEALANTS
• Cleaning occlusal surface using pumice 

• Isolate tooth surface from salivary Contamination

• Etching  the occlusal surface  15-30 detik

• Whasing these areas  15 detik

• Drying them  15 detik

• Applying the sealant to pit & fissure  molar RB dari distal ke mesial  

• Polymerizing  20 detik

• Explore the sealed tooth surface

• Evaluate the occlusion of sealed tooth surface

• Periodically reevaluate and reapply sealant  6 bln

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNAND

DOWNLOAD DI SINI

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

Pulpitis Irreversible Kronis Hiperplastika (Sumber : FKG UNMAS)

Pulpitis Irreversible Kronis Hiperplastika

Pasien perempuan, 20 tahun, datang dengan keluhan sakit pada gigi bawah kiri, ada gusi yang membengkak di dalam giginya. awalnya gigi tersebut berlubang, makanan juga sering nyangkut di dalam lubang gigi tersebut, dan OS mengaku sering mencungkil-cungkil makanan di dalam lubang giginya menggunakan tusuk gigi.  OS belum pernah mendapatkan perawatan dari dokter gigi, karena selama ini sakitnya hilang bila minum obat Amoxilin dan Cataflam. Saat ini OS takut karena daging di dalam giginya tersebut semakin membesar dan sakit bila disentuh, seringkali berdarah bila sikat gigi.

pada saat lakukan pemeriksaan objektif tampak ada hiperplasia jaringan pulpa (jaringan hiperplastik yang bertangkai di dalam kamar pulpa), mudah berdarah, sakit bila disentuh, sensitif. perkusi (+), palpasi (-), dan vitalitas (+). begini keadaan awal gigi tersebut.

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNMAS
daftar pustaka: silahkan hubungi Admin