HERPES SIMPLEX VIRUS (HSV)-CASE REPORT (FKG UJ)

Kasus

            Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke RSGM Universitas Jember dengan keluhan sakit pada langit-langit mulut. Dirasakan sudah 3 hari yang lalu. Sakit akan bertambah bila digunakan untuk makan dan minum. Dari anamneses diketahui terdapat gejala prodromal myalgia dan neuralgia disertai peningkatan suhu tubuh sub febris. Keluhan yang sama pernah diderita kira-kira 2 tahun lalu. Keadaan umum terlihat lesu, lemah dan mengeluh sakit tenggorokan. Pemeriksaan pada telapak tangan dan kaki penderita tidak didapatkan kelainan. Pada pemeriksaan klinis didapatkan ulser multiple bulat dengan diameter 1mm menyebar hanya pada anterior kanan palatum durum. Palatum mole normal. Pharing kemerahan. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan titer antibody Ig M dan Ig G HSV type 1 keduanya aktif.

Identifikasi Terminologi

Neuralgia       : Nyeri hebat yang timbul dari alur saraf aferen.

Prodromal      : Menunjukkan gejala dan tanda yang menandai mulainya penyakit, misalnya : sakit kepala, demam, lemas, dan vertigo.

Myalgia          : Suatu keadaan dimana badan terasa pegal-pegal. Myalgia yang tanpa cedera biasanya disebabkan oleh infeksi virus.

Ulser               : Luka terbuka dengan kehilangan seluruh epitel dari permukaan sampai dasarnya, ada kalanya sampai di jaringan dibawahnya.

HSV                : Harpes Simplek Virus ; virus DNA yang dapat menyebabkan infeksi akut pada kulit yang ditandai dengan adanya vesikel yang berkelompok diatas kulit yang sembab.

 

Permasalahan

  1. Bagaimana etiologi infeksi virus di rongga mulut?
  2. Bagaimana patogenesis Herpes Simplek Virus?
  3. Bagaimana pemeriksaan penunjang untuk Herpes Simplek Virus?

 

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UJ

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

Advertisements

ULSER-CASE REPORT (FKG UNPAD)

Mr. Tobby

 

            You are student who worked in the RSGM teaching hospital, at the Oral Medicine Instalation. A patient, Mr.Tobby, 43 years old, came in with a chief complain of having ulcer on his tongue, whoch was very painfull on talking, eating, drinking and swallowing. From anamnesis it was known that he had bitten his tongue 3 months ago. The ulcer become worsened, widened and painfull. He also suffered from his coughing night sweating since 6 months ago.

            On the extra oral examination, firm, semi mobile, multiple pea-sized lymphadenopathy were palpated and painless. From the intra oral examination, an ulcer was detected on the left lateral on the tongue faced to a big caries on 36 with sharp-edges. The diameter of the ulcer was about 2cm in size with irregular border, covered by yellow grayish exudates, and indurated around ulcer by digital palpation.

            The dentist on duty several local management on the oral cavity, oral hygiene instruction and refferes Mr. Tobby to an internal medixine specialist.

            On the next visit, Mr.Tobby still had an ulcer, and theaindid not relief significantly. Internal medicine specialist concluded that Mr.Tobby had a chronic infection caused by a ecific bacteria. Systemic management was given to the patient, and the oral management was reffered to an oral medicine specialist.

 

1.Terminologi

– ulcer: luka terbuka dengan kehilangan seluruh epitel dari eprmukaan sampai dasar, adakalanya sampai jaringan dibawahnya.

– exudate: cairan atau bahan yang terkumpul di suatu ronggga.

2. Problems

Nama pasien : Tobby

Jen.Kelamin : Laki-laki

Usia              : 43 tahun

Keluhan Utama

– ulcer pada lidah yang sakit saat bicara, makan, minum dan menelan

– ulcer ada sejaknlidahnya tergigitb3 bulan lalu

-ulcer semakin parah, luas dan sakit

batuk dan keringat malam hari sejak 6 bulan lalu

 

DOWNLOAD DISINI

 

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNPAD

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

HERPES LABIALIS-CASE REPORT (FKG UMY)

 SCENARIO

 

When the dentist was examining a patient (female, 47 y.o), he found that she was suffering from a disease which was indicated by blisters and ulcerations on her lips. The patient reported a burning sensation of her lips prior to development of the lesions

Medical history revealed the patient to be taking Valium and that the patient was under stress at work. Examination of  the upper and lower lip revealed crusted coalesced gray vesicles with ulcerations of the lip. Mild edema of the lower lip was present

 

MENGANALISIS MASALAH

 

  1. Apa itu Herpes

Herpes merupakan sebuah penyakit yang meradang pada bagian kulit dengan munculnya gelembung berisi air secara berkelompok pada bagian tubuh. Penyakit ini menyerang kulit dengan penularan langsung.

  1. Tipe-tipe Herpes

Herpes genitalis

Infeksi virus herpes simplex tipe II (menyerang tubuh bagian pinggang ke bawah) pada alat genital dan biasanya ditularkan melalui hubungan sexual, lepuh kecil di daerah kemaluan/anus/vagina dan bisa membentuk luka, gatal Nyeri, kesemutan, Perih bila kontak dengan air seni, Bengkak pada lipat paha

 

Herpes simpleks

Infeksi virus herpes simplex tipe I  (menyerang tubuh bagian pinggang ke atas) berupa kumpulan lepuhan pada kulit wajah,hidung,sekitar mulut dan dapat ditularkan melalui handuk,sapu tangan bisa juga disebabkan oleh virus simpleks tipe II dengan penularan melalui seks oral melepuh kecil pada sekitar hidung,mulut,atau bagian lain dari wajah dan biasanya akan mengering dan sembuh sendiri dalam waktu 8-10 hari. Gatal,nyeri, rasa panas,rasa kesemutan

 

Herpes zoster

Infeksi saraf oleh virus varicella zoster berupa lepuhan pada kulit mengikuti jalannya persarafan. Biasanya menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang lemah dan orang- orang lanjut usia. Bukan merupakan penyakit kelamin/ akibat hubungan seksual Demam,rasa tidak enak badan Sebaris lepuhan pada salah satu sisi tubuh, biasanya mengering dan menghilang setelah beberapa minggu Sangat nyeri disertai gatal

3 Tanda dan Gejala serta perjalanan penyakit Herpes Labialis

 

DOWNLOAD DISINI

 

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UMY

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

PULP DISEASE (FKG UI)

Pulp test: Electric and thermal test Periapical test: percussion and palpation
Treatment Plan of Pulp disease
1. Normal or Reversible pulpitis Root canal treatment is not indicated (unless elective). It can be treated with pulpotomy, indirect or direnct pulp capping, and also protective liners. But the most important to treat reversible pulpitis is to remove the cause such as the irritants, caries, etc, and followed by restoration if necessary
2. Irreversible pulpitis Root canal treatment, Pulpotomy, partial pulpectomy, or even extraction is needed. Attempting the damage pulp, for example pulp capping, will result in the failure of the treatment. Therefore, ultimately the total pulp removal is preferred for irreversible pulpitis. Partial pulp removal is a temporary measure in certain circumstances (emergency or apexogenesis). However, the pulp is totally remove only when cleaning and shaping are essentially complete. If circumstances do not permit complete pulpectomy, pulpotomy or partial pulpectomy is acceptable.
3. Necrosis Root canal treatment or extraction is indicated. Necrotic debris may be removed completely on the first visit. Again, this situation includes establishing working lengths and completing cleaning and shaping. Careful instrumentation and copious irrigation are important. If a situation does not permit total debridement, partial debridement is acceptable. When the preparation is more than the minimum file (more than 25 file) the calcium hydroxide should be put inside the canal. These teeth rarely left opened to the oral cavity. Occasionally the tooth may left open if a continuous, copious flow of exudate
exists during canal preparation. Adjunctive treatment with pulp necrosis may be necessary, depending on the periradicular dignosis. Hiperplastic pulpitis Also known as pulp polyp. This pulp disease is a form of irreversible pulpitis which result from chronically inflamed young pulp into occlusal surface.
The disease progression depends on 3 factors :
1. Ample vascularity of young pulp
2. Adequate exposure for drainage
3. Tissue proliferation associated with formation of hiperplastic pulpitis Cells of oral epithelium are implanted and grow over the exposed surface to form an epithelial covering. Hiperplatic pulpitis is usually asymptomatic, it appears as reddish cauliflower-like outgrowth of connective tissue. It has the symptoms with irreversible pulpitis but the pain threshold is normal and respond to electric test. Pulpotomy or pulpectomy are preferred but if the damage is extend to alveolar bone, extraction is indicated.

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UI

DOWNLOAD DI SINI

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

INFEKSI PADA TULANG RAHANG (FKG UNPAD)

Umumnya merupakan kelanjutan infeksi gigi
(periodontitis apikalis, abses periapikal)
Pada beberapa kasus mengikuti suatu trauma
(fraktura rahang)
Pada kasus lain infeksi bersumber kulit atau mukosa
(mukositis, furunkel)
Bisa juga bersumber sistremik

OSTEOMYELITIS SUPURATIF
1. OSTEOMYELITIS SUPURATIF AKUT

Radang dari seluruh struktur tulang
Meliputi :
* Myelum
* Spongiosa
* Korteks tulang
* Periosteum
OSTEMYELITIS RAHANG
Osteom,Supuratif
1.Ost.sup. akut
2.Ost.sup.kronis
* Primer
* Sekunder
3. Osteomyelitis
anak
Osteom Non Supuratif
1. Ost.sklerosis kronis
* Fokal
* Difus
2. Ost. Garre
3. Ost. Aktinomikosa
4. Ost. Radiasi

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNPAD

DOWNLOAD DI SINI

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin