PERIODONTITIS KRONIS (FKG UNPAD)

Seorang laki-laki usia 40 tahun dengan keluhan utama gigi depan rahang bawah terasa ngilu, kadang-kadang bengkak, berdarah saat menyikat gigi, kadang-kadang sakit tumpul, serta tidak bisa dipakai mengunyah karena goyang. Status umum menyatakan bahwa pasien sering sakit kepala dan tengkuk terasa kaku. Riwayat penyakit sistemik disangkal atau dinyatakan tidak ada.

 

download disini

sumber : perwakilan komisi A (2014-2016) FKG UNPAD

daftar pustaka hubungi admin

Advertisements

Kerusakan Jaringan Periodontal Berat pada Pasien dengan Anemia yang Parah (FKG UNSRI)

ABSTRAK
Anemia adalah masalah kesehatan dunia yang berkembang dalam berbagai jenis. Penyakit ini memiliki beberapa penyebab, yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa jenis anemia membuat manusia lebih sensitif terhadap infeksi.
Wanita berusia 23 tahun dirujuk ke klinik kamu dengan keluhan tentang mobilitas gigi. Secara keseluruhan kehilangan tulang alveolar parah di verifikasi dengan pemeriksaan radiografi. Setelah pemeriksaan klinis yang meliputi banyak hal dan mendapatkan riwayat medis, kami menentukan untuk menjadwalkan kosultasi medis dengan dokter. Konsultasi medis menyatakan bahwa pasien menderita anemia berat. Perawatan periodontalnya diatur karena kondisi sistemiknya. Setelah perawatan, pasien diawasi selama satu tahun. Status periodontal dan sistemiknya stabil selama periode ini.
Pada laporan kasus ini, kerusakan periodontal berat diobservasi pada pasien dengan anemia defisiensi besi dan B12 berat.
Kata Kunci : Anemia, kehilangan tulang alveolar, periodontitis, diagnosis.

 

download disini

sumber : Perwakilan komisi A (2014-2016) FKG UNSRI

daftar pustaka hubungi admin

PERIODONSIA ABSES PERIODONTAL (FKG UI)

Pak Didi (60 tahun) datang ke klinik integrasi FKGUI dengan keluhan gusi di kanan bawah belakang membesar, dan gigi sakit untuk mengunyah sejak satu minggu yang lalu. Pemeriksaan intra oral PBI 2.1; PI 2.4; KI 2.1. Gigi 47 goyang derajat 3, pembesaran gingiva, fluktuasi positif, bila ditekan keluar pus dari sulkus gingiva, poket bukal 10 mm, mesial dan distal 9 mm, lingual 6 mm. Gigi 15 dan 16 tidak ada. Pada waktu oklusi gigi 47 edge to edge dengan gigi 17.

 

download disini

sumber : perwakilan komisi A(2014-2016) FKG UI

daftar pustaka hubungi admin

PERIODONTIA PERIODONTITIS KRONIK (FKG UNSOED)

Rendi (38 tahun) datang ke RSGMP UNSOED dengan keluhan bau mulut yang kurang sedap dan merasa sering berdarah jika menyikat gigi. Pasien merasakan keluhan tersebut sejak 1 tahun yang lalu, tetapi sering mengabaikannya, tidak pernah diobati sebelumnya. Dorongan istrinya-lah yang menyebabkan pasien datang ke RSGMP. Pasien belum pernah ke dokter gigi karena takut dan hanya sekali saja pernah dirawat di rumah sakit karena terkena typhus 1 tahun yang lalu. Pasien adalah seorang karyawan bengkel motor. Pasien mengaku tidak teratur menggosok gigi dan masih memiliki kebiasaan merokok hampir 1 bungkus setiap hari. Setelah melihat gambaran intra oral dan radiografi pasien, Anda memutuskan untuk melakukan beberapa pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosis. Hasil pemeriksaan bleeding on probing, terlihat perdarahan pada gigi 13, 14, 15, 16, 22, 23, 26, 32, 31, 41, 42,43. Dua minggu kemudian pasien datang kembali ke RSGMP untuk melakukan kontrol. Pasien merasa bau mulutnya sudah semakin berkurang, hanya masih terlihat BOP pada beberapa titik yaitu gigi 16,15, 23, 32,31,41 dan 42. Gingiva pada area tersebut juga terlihat edematous. Kedalaman poket pada gigi-gigi tersebut masih sama seperti pemeriksaan awal yaitu rata-rata 2 – 5 mm, dengan loss of attachment 4 – 6 mm (terlihat pada pemeriksaan penunjang radiografi). Akumulasi plak dan kalkulus tipis pada beberapa area.

 

 

Download disini

sumber : Perwakilan komisi A tahun 2014/2016 (FKG UNSOED)

Daftar pustaka hubungi admin

 

GRANULOMA PERIAPIKAL-CASE REPORT (FKG UNISSULA)

SCENARIO

Modul             : 3

Judul               : “Tambalanku kok berubah warna”

Wanita 50 tahun datang mengeluhkan tambalan gigi 31 yang berubah warna mulai satu tahun yang lalu. Pasien mengaku gigi 31 dua tahun yang lalu pernah bengkak dan sakit selama beberapa kali dan ditambal. Hasil pemeriksaan objektif tampak adanya sekunder karies dibawah tumpatan pada gigi 31, serta didapatkan hasil tes CE (-), Perkusi (-), palpasi (-). Foto radiografi gigi menunjukan bahwa kedalaman kavitas sudah mencapai kamar pulpa., serta terdapat gambaran radiolusen berbatas tegas pada ujung apical gigi 31 tersebut.

KEY WORD

  1. Gigi 31 yang berubah warna
  2. Karies sekunder dibawah tumpatan gigi 31
  3. Pemeriksaan rontgen terdapat area radiolusen di apical gigi dan karies sudah sampai kamar pulpa
  4. Pemeriksaan Klinis terdapat gigi non vital

PROBLEMS

  1. Masalah apa yang ada di scenario?
  2. Apa Definisi granuloma Periapikal?
  3. Apa Etiologi granuloma Periapikal?
  4. Gambaran klinis granuloma Periapikal?
  5. Pathogenesis granuloma Periapikal?
  6. Pemeriksaan granuloma Periapikal?
  7. Perawatan granuloma Periapikal?
  8. Diagnosis banding granuloma Periapikal?
  9. Kenapa tambalan berubah warna?
  10. Apakah setelah abses diterapi bisa terbentuk jaringan kembali?
  11. Mengapa di foto rontgen terdapat gambaran radiolusen berbatas tegas?
  12. Apakah granuloma hanya disebabkan oleh pulpa nekrosis?

…………………………………………………………………………………………………….

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNISSULA

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

ANTISEPTIK PENYAKIT PERIODONTAL-CASE REPORT (FKG UHT)

ANTISEPTIK

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

 

   Plak dan gingivitis merupakan masalh yang sering terjadi dalam kedokteran gigi. Plak merupakan deposit lunak yang berkembang dalam lapisan matriks intraseluler, sedaangkan gingivitis merupakan suatu peradangan. Keduanya memiliki kesamaan yakni disebabkan oleh mokroorganisme.oleh Karena itu dalam penanganannya juga menggunakan antiseptic atau anti mikroba. Antiseptic  merupakan suatu substansi yang digunakan untuk menghambat pertumbahan dan perkembangan mikroorganisme tanpa perlu mematikan mereka. Karena dalam rongga mulut terdapat mikroorganisme yang menguntungan. Antiseptik terbagi menjadi alcohol dan aldehid berbeda pada badan dasarnya. Dan juga dibutuhkan scaling untuk perawatan karang gigi. Dengan demikian dapat diatasi penyakit mulut tersebut.

 

Jabaran Pemicu:

    Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan utama pada gigi depan dan  belakang bawah yang mengalami perdarahan gingiva dan penderita merasa tidak nyaman dengan bau mulut. Dari anamnesa di ketahui  penderita mengunyah satu sisi. Setelah di lakukan pemeriksaan klinis didapatkan kondisi gig berdesakan,banyak terdapat sisa akar dan plak serta karang gigi dengan indeks OH=2. Dari hasil tersebut penderita di diagnosa menderita gingivitis dan sebagai tindakan perawatan dilakukan tindakan scalling dan kontrol plak berupa pemberian antiseptik.

Key Word:

  1. Bau mulut
  2. Antiseptik
  3. Scalling
  4. Gingivitis

 

 

 

Peta Konsep:                      Anamnesis

 

 Etiologi (bakteri karang gigi dan plak)

 

                                          Penelurusan klinis

 

                                                Gingivitis

 

 

 Progresif

 
   

 

 

                                     Tindakan perawatan

 

                             Scaling                         Antiseptik

 

 

Batasan Topik:

 

  1. Gingivitis dan Periodontitis
    1. Definisi
    2. Etiologi
    3. Gejala
    4. Faktor
    5. Hipotesis bakteri terhadap penyakit periodontal
      1. Spesifik plak
      2. Non spesifik plak
      3. Ekologikal plak
      4. Jenis bakteri pada jaringan periodontal
        1. Sehat
        2. Gingivitis marginal kronis
        3. Periodontitis kronis
        4. Periodontitis agresif
        5. Abses
        6. Kontrol plak
          1. Definisi
          2. Penggolongan bahan
          3. Terapi kontrol plak
          4. Sifat antiplak yang ideal
          5. Antiseptik
            1. Golongan berdasarkan keampuhan
  • Clearly effective
  • Posibbly effective
  1. Sifat farmakologi dari macam-macam obat rongga mulut
  • Aktivitas antiseptik
  • Mekanisme kerja
  • Aplikasi
  • Efek samping

………………………………………………………………………………………..

 

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UHT

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

KEBUTUHAN PERAWATAN PERIODONTAL-CASE REPORT (FKG UHT)

KEBUTUHAN PERAWATAN PERIODONTAL

  1. A.   PENDAHULUAN

Latar belakang

            Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan berperilaku dan dalam lingkungan yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, secara adil dan merata. Visi Departemen Kesehatan Tahun 2005 adalah masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat, dan salah satu strateginya adalah menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat. Penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit yang tersebar luas di masyarakat Indonesia. Hasil studi Morbiditas SKRT- Surkesnas 2001 menunjukkan penyakit gigi dan mulut menduduki urutan pertama (60% penduduk). Faktor penyebab dari penyakit gigi dan mulut dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan gigi dam mulut. Berbagai upaya untuk mengatasi hal ini telah banyak dilakukan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta. 

            Visi pelayanan kedokteran gigi keluarga adalah kemandirian keluarga dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan tercapainya derajat kesehatan gigi dan mulut setinggi-tingginya melalui pelayanan dokter gigi keluarga secara efektif, efisien, adil, merata, aman dan bermutu. Sedangkan misinya antara lain 1) Mendorong kemandirian keluarga dalam menjaga dan memelihara kesehatan gigi dan mulut,  2) Mengusahakan tersedianya pelayanan dokter gigi keluarga yang merata, bermutu dan terjangkau, 3) memberikan pelayanan, memelihara dan meningkatkan kesehatan gigi perorangan serta masyarakat sehingga tercapai derajat kesehatan gigi dan mulut yang diharapkan, 4) Meningkatkan profesionalisme dokter gigi keluarga dalam mengemban peran, tugas dan fungsinya, 5) Meningkatkan kemitraan dengan profesi, institusi pendidikan dan pihak-pihak terkait. Dengan demikian dapat dicapai kesehatan gigi dan mulut secara adil dan merata.

 

Batasan topik

Dalam makalah ini topik yang dibahas adalah sebagai berikut :

  1. 1.    CPITN (Community Periodontal Index of Treatment Needs )
    1. a.    Definisi
    2. b.    Skor
  2. 2.    Penyakit Periodontal
  3. 3.    SKN (Sistem Kesehatan Nasional)
    1. a.    Pengertian
    2. b.    Tujuan
    3. c.    Subsistem
  4. 4.    Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
    1. a.    Bab I
    2. b.    Bab II
    3. c.    Bab III
    4. d.    Bab IV
    5. e.    Bab VI
  5. 5.    Pelayanan kedokteran Gigi Keluarga
    1. a.    Latar Belakang
    2. b.    Pengertian
    3. c.    Tujuan
    4. d.    Manfaat
    5. e.    Konsep
    6. f.     Ruang Lingkup
    7. g.    Sistem Pembiayaan
  6. 6.    Kesimpulan 

 

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UHT

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin