PENATALAKSANAAN IMPAKSI GIGI KANINUS TANPA PROSEDUR BEDAH (FKG UNMAS)

ABSTRAK
Impaksi pada gigi kaninus menempati posisi kedua setelah gigi molar yang berfrekuensi
tinggi untuk mengalami impaksi. Persentase impaksi gigi kaninus mencapai sekitar 12%-
15% dari populasi. Gigi kaninus maksila lebih sering mengalami impaksi dibandingkan
gigi kaninus mandibular dan lebih banyak ditemukan pada perempuan dibandingkan lakilaki.
Pasien perempuan 15 tahun maloklusi kelas I Angle dengan diastema multipel
anterior rahang atas dan impaksi pada gigi 23 dan 13. Koreksi maloklusi direncanakan
menggunakan piranti alat lepasan dengan jalan pencabutan gigi 53 terlebih dahulu.
Tujuannya adalah mengoreksi diastema multipel anterior yaitu retraksi pada 11, 12, 21,
22 ke mesial untuk menyediakan tempat yang diperlukan untuk koreksi gigi 23 yang
impaksi agar dapat erupsi secara fisiologis. Sedangkan pada gigi 13 direncanakan
perawatan dengan bedah ortodontik.
Kata kunci : Kaninus, Erupsi, Impaksi, Piranti Ortodonti Lepasan

sumber : Ni Wayan Pratita Wiprayani

download disini

daftar pustaka : hubungi admin

Advertisements

Gigi Tiruan (FKG UMS)

GIGI TIRUAN
Laki-laki datang ke dokter gigi dengan keluhan gigi tiruannya patah. Hasil pemeriksaan terdapat edentulous pada gigi 44, 45, 46, 46, 36, 37. GTSL akrilik patah menjadi dua di bagian lingual gigi 44. Dokter gigi akan melakukan reparasi GTSL dengan resin akrilik self cure setelah dipreparasi. GTSL diinsersikan ke pasien. Pasien menanyakan mengapa warna GTSL nya berbeda. Dokter gigi menjelaskan bahwa sebelumnya GTSL dibuat menggunakan resin akrilik heat cure.
Dokter gigi jug menjelaskan bahwa bahan untuk gigi tiruan bermacam-macam. Ada yang terbuat dari kerangka logam, valplast, luciton, dll. Setiap bahan mempunyai komposisi dan manipulasi yang berbeda-beda. Sebutkan indikasi serta kelebihan dan kekurangan dari berbagai macam bahan gigi tiruan di atas!

sumber : Fitri ‘Amalia (maret, 2015)

download disini

daftar pustaka : silahkan hubungi admin

PERAWATAN PADA GIGI ANAK-CASE REPORT (FKG UNAND)

PERAWATAN PADA GIGI ANAK

SKENARIO

Kasusnya Komplikasi

 

            Bandel (7 tahun) terjatuh pada saat bermain sepeda bersama teman-temannya. Gigi depannya terbentur aspal sampai copot dan berdarah. Orangtua Bandel dengan panik segera membawa Bandel ke Rumah Sakit terdekat agar dokter gigi langsung melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan diketahuin bahwa gigi 11 avulsi dan 21 mengalami fraktur setengah mahkota. Dokter gigi meminta keluarga untuk mencari gigi yang hilang untuk replantasi dan pada gigi 21 dilakukan perawatan apeksogenesis.

            Seminggu kemudian Bandel bersama orangtuanya datang untuk kontrol dan orangtua Bandel meminta dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada gigi Bandel karena mereka khawatir masih banyak gigi anaknya yang harus menerima perawatan dari dokter gigi. Dari riwayat gigi terdahulu, Bandel mengalami rampan karies dan sering minum susu dari botol sebelum tidur. Ditambah lagi kebiasaan Bandel yang suka makan-makanan yang manis dan jarang sikat gigi. Dokter gigi memaklumi dan melakukan pemeriksaan pada seluruh gigi di rongga mulut Bandel.

            Orangtua Bandel setuju meskipun kurang mengerti perbedaan semua perawatan tersebut. Bagaimanakah saudara menjelaskan hal ini ?

 

Langkah 1

Mengklarifikasi terminologi yang tidak diketahui dan mendefinisikan hal-hal yang dapat menimbulkan kesalahan interpretasi

  1. Avulsi  

Keadaan trauma gigi ketika gigi terlepas dari tempatnya (soketnya) secara utuh dan menghasilkan luka kompleks, serta mempengaruhi beberapa jaringan pendukung gigi.

  1. Apeksogenesis   

Salah satu perawatan pada gigi permanen muda dengan mempertahankan pulpa yang vital dan atau menyingkirkan pulpa yang terinflamasi reversible dengan bertujuan agar pembentukan akar dan pematangan apeks dapat dilanjutkan.

  1. Replantasi                    

Memasang kembali gigi yang terlepas pada waktu kecelakaan/gigi yang dicabut dengan rencana.

  1. Rampan karies             

Suatu jenis karies yang proses terjadinya dan meluasnya sangat cepat dan tiba-tiba, biasanya karies ini terjadi pada anak-anak yang disebabkan karena bad habit.

  1. Fraktur

Hilang/lepasnya fragmen

 

Langkah 2

Menentukan masalah

  1. Apa penyebab, gejala, dan tahap perkembangan rampan karies ?
  2. Apa saja perawatan rampan karies dan cara pencegahannya ?
  3. Apa saja perawatan jika gigi anak avulsi ?
  4. Bagaimana proses replantasi ?
  5. Apa keuntungan dan kerugian replantasi ?
  6. Apa prognosis dan faktor penentu/keberhasilan replantasi ?
  7. Apa indikasi dan kontraindikasi apeksogenesis ?
  8. Bagaimana proses perawatan apeksogenesis ?
  9. Apa saja klasifikasi fraktur ?
  10. Apa jenis perawatan lain bagi fraktur ?

……………………………………………………………………………

 

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNAND

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

GTP-CASE REPORT (FKG USU)

LAPORAN KASUS

PENDAHULUAN

 

A.      Latar belakang

Makalah ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut :

  • Untuk mengetahui prosedur pencetakan anatomis dan pembuatan studi model.
  • Untuk mengetahui bolder molding, pencetakan fisiologis, dan pembuatan sendok

cetak fisiologis.

  • Untuk mengetahui prosedur pembuatan basis gigtiruan dan oklusal rim.
  • Untuk mengetahui penentuan dimensi vertical dan relasi sentrik.
  • Untuk mengetahui pembuatan anasir gigitiruan.
  • Untuk mengetahui penyusunan anasir gigitiruan pada GTP.

Sebelum membuat makalah ini, kami terlebih dahulu berdiskusi dengan kelompok mengenai pendapat kami. Dalam diskusi ini, peran fasilitator juga sangat membantu kami dalam memberikan pengarahan ataupun informasi-informasi seputar topik tersebut dan kami juga telah mengeluarkan pendapat terbaik kami.

B.      Deskripsi Topik

Topik yang akan dibahas adalah prosedur pembuataan gigitiruan penuh untuk menggantikan gigitiruan penuh lama yang sudah memendek. Adapun pada mak  alah ini akan dibahas prosedur tersebut dimulai dari pemilihan sendok cetak, pencetakan anatomis, pembuatan sendok cetak fisiologis, pemcetakan fisiologis sampai dengan penyusunan anasir gigitiruan penuh dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan gigitiruan penuh berupa penentuan dimensi vertikal dan relasi sentrik.   

………………………………………………………………………………………………

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG USU

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

DENTAL GYPS-CASE REPORT (FKG UJ)

Kasus
Mahasiswa FKG Universitas Jember semester IX sedang menjalani
praktikum pembuatan gigi tiruan cekat di bagian prostodonsia. Pada hari pertama
praktikum, staff bagian prostodonsia memberi pengarahan pada mahasiswanya
mengenai tata tertib dan tahap-tahap pembuatan gigi tiruan cekat. Beberapa
tahapan yang harus dilakukan antara lain,pembuatan model studi, pembuatan die
dan pembuatan model kerja yang semuanya itu menggunakan bahan dental
gipsum dengan tipe yang berbeda. Di bidang kedokteran gigi, dental gipsum ini
banyak tipenya sehingga pemilihan dental gipsum sangat penting tergantung
fungsi dan penggunaannya. Agar model studi, die dan model kerja yang
dihasilkan tidak porous, aetting time dan setting expantion tepat maka manipulasi
gypsum harus dilakukan dengan baik dan benar.
Identifikasi Terminologi
Gipsum : kalsium sulfat yang terdapat di alam yang dipanaskan dan
dikeluarkan airnya dan dipakai sebagai bahan gips putih
Porous : memiliki banyak pori dan bisa ditembus oleh cairan atau udara
Setting Time : periode waktu yang diukur dari mulainya pencampuran bahan
sampai bahan mengeras
Setting Expantion: perubahan dimensi dalam proses pengerasan
Model Studi : Sebagai bahan ajar bentuk 3Dimensi gigi geligi, mencakup
anatomi penting
Model Kerja : aplikasi sebenarnya dari gypsum

Permasalahan
1. Bagaimana syarat gipsum di bidang kedokteran gigi?

2. Bagaimana macam-macam, ciri-ciri gipsum dan kegunaannya?
3. Bagaimana instrument dan proses manipulasi gipsum?

Tujuan
1. Mahasiswa diharapkan mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan
syarat gipsum di bidang kedokteran gigi.
2. Mahasiswa diharapkan mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan
macam-macam, ciri-ciri gipsum dan kegunaannya.
3. Mahasiswa diharapkan mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan
instrument dan proses manipulasi gipsum.

………………………………………………………………………………………………………..

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UJ

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

GRANULOMA PERIAPIKAL-CASE REPORT (FKG UNISSULA)

SCENARIO

Modul             : 3

Judul               : “Tambalanku kok berubah warna”

Wanita 50 tahun datang mengeluhkan tambalan gigi 31 yang berubah warna mulai satu tahun yang lalu. Pasien mengaku gigi 31 dua tahun yang lalu pernah bengkak dan sakit selama beberapa kali dan ditambal. Hasil pemeriksaan objektif tampak adanya sekunder karies dibawah tumpatan pada gigi 31, serta didapatkan hasil tes CE (-), Perkusi (-), palpasi (-). Foto radiografi gigi menunjukan bahwa kedalaman kavitas sudah mencapai kamar pulpa., serta terdapat gambaran radiolusen berbatas tegas pada ujung apical gigi 31 tersebut.

KEY WORD

  1. Gigi 31 yang berubah warna
  2. Karies sekunder dibawah tumpatan gigi 31
  3. Pemeriksaan rontgen terdapat area radiolusen di apical gigi dan karies sudah sampai kamar pulpa
  4. Pemeriksaan Klinis terdapat gigi non vital

PROBLEMS

  1. Masalah apa yang ada di scenario?
  2. Apa Definisi granuloma Periapikal?
  3. Apa Etiologi granuloma Periapikal?
  4. Gambaran klinis granuloma Periapikal?
  5. Pathogenesis granuloma Periapikal?
  6. Pemeriksaan granuloma Periapikal?
  7. Perawatan granuloma Periapikal?
  8. Diagnosis banding granuloma Periapikal?
  9. Kenapa tambalan berubah warna?
  10. Apakah setelah abses diterapi bisa terbentuk jaringan kembali?
  11. Mengapa di foto rontgen terdapat gambaran radiolusen berbatas tegas?
  12. Apakah granuloma hanya disebabkan oleh pulpa nekrosis?

…………………………………………………………………………………………………….

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UNISSULA

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin

ANTISEPTIK PENYAKIT PERIODONTAL-CASE REPORT (FKG UHT)

ANTISEPTIK

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

 

   Plak dan gingivitis merupakan masalh yang sering terjadi dalam kedokteran gigi. Plak merupakan deposit lunak yang berkembang dalam lapisan matriks intraseluler, sedaangkan gingivitis merupakan suatu peradangan. Keduanya memiliki kesamaan yakni disebabkan oleh mokroorganisme.oleh Karena itu dalam penanganannya juga menggunakan antiseptic atau anti mikroba. Antiseptic  merupakan suatu substansi yang digunakan untuk menghambat pertumbahan dan perkembangan mikroorganisme tanpa perlu mematikan mereka. Karena dalam rongga mulut terdapat mikroorganisme yang menguntungan. Antiseptik terbagi menjadi alcohol dan aldehid berbeda pada badan dasarnya. Dan juga dibutuhkan scaling untuk perawatan karang gigi. Dengan demikian dapat diatasi penyakit mulut tersebut.

 

Jabaran Pemicu:

    Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan utama pada gigi depan dan  belakang bawah yang mengalami perdarahan gingiva dan penderita merasa tidak nyaman dengan bau mulut. Dari anamnesa di ketahui  penderita mengunyah satu sisi. Setelah di lakukan pemeriksaan klinis didapatkan kondisi gig berdesakan,banyak terdapat sisa akar dan plak serta karang gigi dengan indeks OH=2. Dari hasil tersebut penderita di diagnosa menderita gingivitis dan sebagai tindakan perawatan dilakukan tindakan scalling dan kontrol plak berupa pemberian antiseptik.

Key Word:

  1. Bau mulut
  2. Antiseptik
  3. Scalling
  4. Gingivitis

 

 

 

Peta Konsep:                      Anamnesis

 

 Etiologi (bakteri karang gigi dan plak)

 

                                          Penelurusan klinis

 

                                                Gingivitis

 

 

 Progresif

 
   

 

 

                                     Tindakan perawatan

 

                             Scaling                         Antiseptik

 

 

Batasan Topik:

 

  1. Gingivitis dan Periodontitis
    1. Definisi
    2. Etiologi
    3. Gejala
    4. Faktor
    5. Hipotesis bakteri terhadap penyakit periodontal
      1. Spesifik plak
      2. Non spesifik plak
      3. Ekologikal plak
      4. Jenis bakteri pada jaringan periodontal
        1. Sehat
        2. Gingivitis marginal kronis
        3. Periodontitis kronis
        4. Periodontitis agresif
        5. Abses
        6. Kontrol plak
          1. Definisi
          2. Penggolongan bahan
          3. Terapi kontrol plak
          4. Sifat antiplak yang ideal
          5. Antiseptik
            1. Golongan berdasarkan keampuhan
  • Clearly effective
  • Posibbly effective
  1. Sifat farmakologi dari macam-macam obat rongga mulut
  • Aktivitas antiseptik
  • Mekanisme kerja
  • Aplikasi
  • Efek samping

………………………………………………………………………………………..

 

DOWNLOAD DISINI

sumber: perwakilan komisi A psmkgi (2012-2014) FKG UHT

daftar pustaka: silahkan hubungi Admin